TENTANGKITA.CO, JAKARTA – Empat debitur diduga melakukan tindak pidana korupsi terkait penggunaan dana Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau terindikasi melakukan fraud dengan nilai total Rp2,505 triliun.
Fraud adalah kecurangan dalam laporan keuangan dengan sengaja untuk menipu pemilik hak dari laporan keuangan tersebut. Contoh fraud adalah penipuan pajak, penipuan kartu kredit, penipuan sekuritas, dan penipuan-penipuan keuangan yang lain. Fraud sendiri dapat dilakukan oleh satu individu, kelompok maupun perusahaan secara utuh.
Keempat debitur itu (perusahaan) yakni RII sekitar Rp1,8 triliun, PT SMR Rp216 miliar, PT SRI Rp1,44 miliar, PT BRS Rp300,5 miliar. “Jumlah keseluruhannya total Rp2,505 triliun,” kata Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin usai menerima kunjungan Sri Mulyani di ruang kerjanya, Senin (18/3).
Dalam kunjungan itu, Jaksa Agung dan Menteri Keuangan membahas beberapa hal a.l. dugaan tindak pidana korupsi atau fraud (kecurangan) dalam pemberian fasilitas kredit LPEI.
- BACA JUGA: Presiden Jokowi Minta Pemberantasan Korupsi Manfaatkan Teknologi Terkini
- BACA JUGA: Menkeu Sri Mulyani Bertemu CEO YouTube di WEF Davos Swiss, Ini Yang Dibahas
Berdasarkan penjelasan Menteri Keuangan Sri Mulyani, LPEI membentuk tim terpadu bersama Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Jamdatun Kejaksaan Agung dan Inspektorat Jenderal Kemenkeu yang meneliti kredit-kredit bermasalah di LPEI.
Dari hasil penelitian tersebut terindikasi adanya fraud atau kecurangan dugaan tindak pidana yang dilakukan oleh empat debitur itu.
“Dugaan ini sudah cukup lama diteliti oleh pihaknya melalui Jaksa Agung Muda Bidang Tata Usaha Negara (Jamdatun) dan baru hari ini Menteri Keuangan resmi melaporkannya,” tuturnya.
Burhanuddin mengatakan untuk tahap pertama ini adalah empat debitur yang dilaporkan oleh Kemenkeu yang diduga terindikasi melakukan fraud dengan nilai total Rp2,505 triliun.
- BACA JUGA: Cara Cari Buyer Ekspor Luar Negeri, Ini 7 Cara yang Musti Dicoba UMKM
- BACA JUGA: Soal Aliran Dana Korupsi Mantan Mentan Yasin Limpo ke Rekening Parpol, Begini Kata KPK
Dugaan praktik tindak pidana korupsi itu setelah dirinya menerima laporan hasil penelitian terhadap kredit bermasalah di LPEI. “Kami manyampaikan hasil pemeriksaan dari tim terpadu tersebut terhadap kredit bermasalah yang terindikasi adanya fraud, yaitu dugaan tindak pidana yang dilakukan oleh debitur tersebut,” kata Sri.
Sri juga menyampaikan pihaknya terus menegaskan kepada Direksi LPEI yang saat ini untuk terus meningkatkan peranannya dan tanggungjawabnya dan harus membangun tata kelola yang baik.