TENTANGKITA.CO – Sebanyak 10 dari 11 pasien gangguan ginjal akut pada anak akibat mengonsumsi obat sirup membaik kondisinya setelah minum obat Fomepizole selama dalam perawatan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).
Sementara itu, obat gangguan ginjal akut injeksi, Fomepizole 1,5 ml, berbentuk vial tiba di Indonesia pada Sabtu 29 Oktober 2022 dini hari.
Sebanyak 200 vial Fomepizole didatangkan dari Jepang yang merupakan donasi dari PT Takeda Indonesia. Selanjutnya, obat itu akan langsung dikirim ke instalasi Farmasi Pusat.
“Hibah ini dilaksanakan dengan itikad baik atas nama kemanusiaan untuk kepentingan kesehatan anak Indonesia,” ujar Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin.
BACA JUGA: Info KJP November 2022 Kapan Cair, Bisa Akhir Bulan Baru Cair Nih
Kemenkes melalui Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan akan mendistribusikan Fomepizole kepada seluruh rumah rujukan tingkat provinsi di Indonesia yang membutuhkan.
“Obat antidotum ini akan diberikan secara gratis kepada seluruh pasien di Indonesia,” ujar Menkes pada Sabtu 29 Oktober di Jakarta.
Sebelumnya, 10 dari 11 pasien gangguan ginjal akut berangsur membaik kondisinya setelah diberi Fomepizole selama dalam perawatan di rumah sakit rujukan RSCM. Para pasien itu diketahui mengonsumsi obat sirup yang diduga tercemar senyawa kimia tertentu.
Tiga orang anak sudah tidak membutuhkan ventilator dan 1 orang sudah dipulangkan. Hal itu, menurut laman Kemenkes, dapat disimpulkan bahwa Fomepizole berdampak positif untuk pengobatan pasien gangguan ginjal akut.
BACA JUGA: KJMU Tahap 2 Tahun 2022 Kapan Cair: Simak Info dari P4OP dan Perkiraan Tanggal Pencairan
Indonesia mendatangkan Fomepizole dari Singapura, Australia, dan Jepang. Kemenkes juga sedang menjajaki peluang mendatangkan Fomepizole dari Amerika Serikat dan Kanada.
“Ini upaya yang kita lakukan untuk melakukan pencegahan peningkatan kasus gangguan ginjal akut progresif atipikal. Kami akan didistribusikan ke seluruh rumah sakit pemerintah yang merawat pasien gangguan ginjal akut,” ucap Menkes