TENTANGKITA.CO, JAKARTA – Data situs pemantau kualitas udara, IQAir, mengungkapkan kualitas udara DKI Jakarta pada Rabu (26/2) dikategorikan tidak sehat bagi kelompok sensitif.
Dari pantauan pagi hari [05.45 WIB], Indeks Kualitas Udara (AQI) di Jakarta berada di angka 102 dengan angka partikel halus (particulate matter/PM) 2.5. Angka itu menjadikan Jakarta dengan kualitas udara terburuk ke-36 di dunia.
Daftar 10 Negara Dengan Udara Terburuk (Angka)
- Dakar, Senegal 279
- Delhi, India 217
- Dhaka, Banglades 200
- Shanghai, China 182
- 5.Kampala, Uganda 173
- 6.Kathmandu, Nepal 170
- Wuhan, China 167
- Bukares, Romania 166
- Lahore, Pakistan 165
- Karachi, Pakistan 163
Dakar Senegal, menjadi kota dengan kualitas udara terburuk di dunia dengan indeks kualitas udara pada angka 287. Di posisi selanjutnya Karachi (Pakistan) dan Herzegovina di angka 205. Di urutan ketiga ditempati oleh New Delhi (India) di angka 202.
Sementara itu, Sistem Informasi Lingkungan dan Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta menginformasikan kualitas udara di Jakarta berada pada kategori sedang.
Kategori kualitas udara tersebut berarti tingkat kualitas udara yang tidak berpengaruh pada kesehatan manusia ataupun hewan tetapi berpengaruh pada tumbuhan yang sensitif dan nilai estetika.
Sejumlah wilayah yanSistem Informasi Lingkungan dan Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta menginformasikan kualitas udara di Jakarta berada pada kategori sedang.g dipantau antara lain Kebon Jeruk (71), Kantor Wali Kota Jakarta Barat (73), Ancol, Jakarta Utara (85), Pasar Minggu, Jakarta Selatan (75) dan Pondok Ranggon, Jakarta Timur (83).